Pesan Pagi dari Sang Tangan Kanan Zat Maha Sempurna di Dunia

Pagi ini saya dibangunkan oleh pesan dari seseorang yang menjadi Tangan Kanan Dia di dunia ini. Seorang perempuan paling hebat, yang setiap doa yang keluar dari mulutnya, untuk kami anaknya, selalu di dengar dan di kabulkan oleh Nya, tentu saja, karena ia adalah Tangan Kanan Zat Paling Sempurna untuk di Dunia ini.

Beliau memperi pesan pagi ini:

Salam tercinta untuk kedua anakku, Resna Asih Munggaran, Cipta Sukma Sajati. Nama kalian adalah oksigen yang selalu menyuplai energi agar tubuhku ini tetap tegak menantang badai kehidupan”  (Nila R. Danghur, 1996).

Begitulah bunyi pesan pagi ini, pesan yang ditulis beliau tahun 1996, dan dikirim lagi pagi ini. Pesan ini lah yang membuat semangatku untuk menuntaskan hari ini dengan sempurna. Doa beliau sebagai Tangan Kanan Dia di Dunia ini, saya sangat harapkan dalam setiap langkah dan tarikan nafas ini.

This is call a days?

Kenapa akhir-akhir ini hari begitu cepat, entahlah mungkin ini hanya berlaku untukku. Padahal ku sudah rajin bangun pagi melakukan kegiatan yang selama ini mustahil ku lakukan di pagi hari, tapi kenapa waktu tetap begitu cepat, sama, dan berlalu ya seperti halnya lampu merah dijalanan, polanya sama 3 menit sekali berubah warna.
andai saja hari ke hari itu ada sebuah panel yang dapat dipilih seperti halnya mesin cuci, ada panel heavy atau normal, heavy bergertar lebih hebat, namun membuat kerja mesin jadi lebih optimal. Atau seandainya hari ke hari seperti hadiah lotere yang didalamnya selalu ada kejutan, baik menyenangkan atau memalukan, bahkan bisa memilih.
Pengandaian terlalu mengada-ada memang tak elok rasanya, tapi entahlah rasanya pengandaian selalu saja muncul dalam diri, mungkin wajar, tapi tak ingin rasanya hidup dalam lingkaran pengandaian yang terus-menerus.
Lebih pada realitas sehari-hari yang tak berubah sebenarnya semua orang bisa membuat harinya berkualitas. Namun rasionalnya hari yang berkualitas sering di identikan dengan hari yang bahagia, hari yang penuh senyuman, hari yang berjalan dengan orang yang dicintai di sebelah kita. Dengan konsensus seperti itu setiap orang termasuk diriku rasanya terjebak pada apa yang disebut hari yang berkualitas.
Bagaimana caranya hari ke hari ini semakin berkualitas ya Tuhan, memang tak elok ku memanggilmu di media buatan manusia ini, tapi aku yakin Engkau Maha Mendengar dan Melihat, ku menyebutkan ini dari hatiku, dan ku yakin Engkau tahu. Apabila ku bertanya pada manusia, jawaban yang sama akan muncul, “ya itu kembali pada pribadi masing-masing menyikapi hari ke hari”. Jawaban memuakan tanpa solusi konkrit seperti itu yang paling membuatku entahlah rasanya seperti ingin melempar sesuatu. Tapi ya namanya juga manusia dengan keterbatasannya harus dapat dimaklumi.
Di bilang bosan ya bosan saya tak memungkiri, apakah akan terus seperti ini? ah semoga saja tidak, caranya? entahlah, kalau kata Bob Dylan the answer my friend is blowin in the wind. Jadi? kita lihat besok semoga semuanya berubah menjadi hari yang berkualitas, tidak dengan pengertian hari berkualitas seperti konsensus, tapi hari berkualitas dengan pengertian yang ku rangkai, melalui hari-hari yang tak berkualitas ini.

Ini yang Kami Rindukan

Suatu kejadian istimewa hari ini, apa? ya tentu saja Persib juara. Suatu momen yang saya dan jutaan bobotoh lainnya tunggu selama 17 tahun. Bayangkan 17 tahun, kita menunggu untuk melihat para Pemain dikalungkan medali dan bersorak saat mengangkat piala. Meskipun kali ini piala yang mereka angkat dari sebuah turnamen tak resmi dan hanya berlabel persahabatan, namun bagi saya itu tak menjadi masalah, yang penting setidaknya saya melihat muka bahagia para bobotoh, sama halnya seperti 17 tahun lalu. 

Bangga saya pada Persib, bukan hanya melihat bahwa ia adalah sebuah klub sepakbola, tapi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyrakat Bandung dan Jawa Barat. Persib sudah menjadi sebuah simbol perekat antar masyarakat, sebuah simbol sosial yang dapat merekatkan interaksi antar masyarakat. Dari golongan apapun, saat bertemu dalam sebuah wadah dengan atas nama Persib, rbaur, semuanya berbaur dan saling mendukung. Sederhananya, di Bandung atau Jawa Barat apabila seseorang baru saling kenal terlibat dalam sebuah obrolan, agar komunikasi menjadi lebih terjalin, maka hal yg di obrolkan sebaiknya tentang Persib, maka suasana akan cair seketika. Hal itu yang membuat saya menjadi bagian dari pendukung dan pecinta Persib. Persib menjadi warisan dari Kakek lalu pada Ayah saya, dan sekarang pada saya, dan kelak akan saya teruskan pada anak buyut saya. Semua harus menjadi pecinta Persib, bukan untuk pengkultusan tapi untuk sebuah identitas kita sebagai orang Bandung, tempat di mana kita mengabdi dan menghabiskan waktu ini.

Saya sampai berani menulis di jejaring sosial “Lalaki,urang Bandung,Urang sunda, teu beuki Persib? eta lalaki nu sawatir-watirna, karunya teuing”

Hidup PERSIB!!! We’re always behind you!!

Sampingan

Ku Mencarimu The Sun

Kau, ya kau, kemana? ku mencarimu The Sun. Kulihat semua yang berhubunngan denganmu, apakah kaupun demikian? entahlah. Tapi saat tadi kumencarimu, kau berbicara surat cinta, dan itu terasa sangat menyakitkanku, ternyata kau sudah dicari yang lain. kau padanya sudah berbicara dengan kata selembut kau berbicara padaku dulu. Semoga yang kau maksud dimiliki dunia dan akan kembali pada mu sebagai rumah itu adalah aku. ku berharap itu The Sun. Andai kau baca dan mencariku The Sun, karena ku akan selalu mencarimu.

Sampingan

Berikan juga Cahayamu padaku The Sun

Pagi ini, ya pagi ini, mulai lagi pagi ini, dengan tidak berbalas, saya yakin pasti terluang lagi hari kemaren yang sama.

Sulit dijelaskan, ya sulit dijelaskan. mengganggap semuanya akan baik-baik saja, rasanya pun tidak bisa. karena ya yg meninggalkan begitu wah di hati saya.

ketika semuanya dimulai ku menjadi yakin akan masa depan, hadir sesosok yang akhirnya saya berkeyakinan bahwa orang itu yang harus saya sejahterakan disamping orang tua saya. Saat semuanya berakhir, saya tidak dapat berlari begitu saja, kenapa? ya jelas kitab masa depanku menjadi gelap kembali. Beberapa orang menyarankan untuk merangkai dengan yang lain, tapi maaf itu tidak berlaku pada diriku. Aku berhubungan denganmu, bukan hanya sebatas seperti teman-teman yang lain. Ya hubungan yang tidak dilandaskan keseriusan. Ku tak dapat seperti orang lain, yang mudah sekali memindahkan hati dan seluruh passion akan hidup pada hati yang lain. Ku tak dapat melakukan itu. Entah sampai kapan. Mungkin kau berpikir, “ya itu urusanmu”. Betul The Sun, aku tau itu memang hidupku, tapi apakah prinsip itu tak memberikanmu simpati sedikit saja darimu pada ku.

Beberapa orang memberikan saran, memberikan nasihat, tapi tetap saja tak menenangkan hati ini. Harapanku untuk kembali bersamamu tetap besar. Kau memberikan ku kesempatan, itu sangat ku syukuri, Tapi keadaan seperti ini, membuatku entahlah rasanya kesempatan itu porsinya begitu kecil buatku. Seorang teman mengatakan, mungkin untuk meraih kebahagiaan selanjutnya bersamanya, kau perlu naik pada level perjuangan yang lebih tinggi untuk meraihnya. aku tau itu, kau memang yang begitu perlu diperjuangkan. Ya tapi keadaan seperti ini menjadikan perjuanganku tak mendapat restu darimu. Ku tak tahu seperti apa kau memandangku sekarang. Tapi ku hanya ingin kau tahu dan meminta tolong dengan sangat. Apabila kesempatanku untuk meraihmu kembali masih ada, posisikan aku sejajar dengan yang lain, yang sama dalam memperjuangkanmu. aku minta tolong akan hal itu. Seperti dua orang prajurit yang memiliki misi untuk mengalahkan penjajah dan dijanjikan penghargaan oleh Panglimanya. akan tetapi dalam berjuang tersebut, satu prajurit ditempatkan selalu tidak berjauhan dengan si Panglima, sehingga dalam menentukan strategi mengatur senjata lebih mudah. Sedangkan prajurit kedua, ditempatkan jauh dibelakang mereka, disuruh mengejar dengan peralatan dan komunikasi seadanya. Ya prajurit kedua itu, yang aku alami sekarang

Ya itu yang kuhadapi sekarang. bukan ku ingin banyak mengeluh dalam memperjuangkan mu The Sun. Ku hanya ingin kau memberikan suatu penerimaan yang menunjukan kalau engkau membesarkan hatiku untuk memperjuangkanmu. Bukan berarti aku tak ingin berjuang, tapi aku hanya membutuhkah sikapmu yang memperlihatkan bahwa engkau benar-benar memberikanku kesempatan dan keadilan dalam memperjuangkannmu. Aku mohon The Sun Berikan juga cahayamu padaku The Sun

Copy Paste

Kalau cowok ganteng pendiam, cewek-cewek bilang: Woow, cool banget…
Kalau cowok jelek pendiam, cewek-cewek bilang: Ih kuper…

Kalau cowok ganteng jomblo, cewek-cewek bilang: Pasti dia perfeksionis
Kalau cowok jelek jomblo, cewek-cewek bilang: Sudah jelas…kagak laku…

Kalau cowok ganteng berbuat jahat, cewek-cewek bilang: Nobody’s perfect
Kalau cowok jelek berbuat jahat, cewek-cewek bilang: Pantes…tampangnya kriminal

Kalau cowok ganteng nolongin cewe yang diganggu preman, cewek-cewek bilang: Wuih, jantan…kayak di filem-filem
Kalau cowok jelek nolongin cewe yang diganggu preman, cewek-cewek bilang: Pasti premannya temennya dia…

Kalau cowok ganteng dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: Klop….serasi banget…
Kalau cowok jelek dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: Pasti main dukun…

Kalau cowok ganteng diputusin cewek, cewek-cewek bilang: Jangan sedih, khan masih ada aku…
Kalau cowok jelek diputusin cewek, cewek-cewek bilang:…(Terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas ke bawah)

Kalau cowok ganteng ngaku indo, cewek-cewek bilang: Emang mirip-mirip bule sih…
Kalau cowok jelek ngaku indo, cewek-cewek bilang: Pasti ibunya Jawa, bapaknya robot…

Kalau cowok ganteng penyayang binatang, cewek-cewek bilang: Perasaannya halus…penuh cinta kasih
Kalau cowok jelek penyayang binatang, cewek-cewek bilang: Sesama keluarga emang harus menyayangi…

Kalau cowok ganteng bawa BMW, cewek-cewek bilang: Matching…keren luar dalem
Kalau cowok jelek bawa BMW, cewek-cewek bilang: Mas, majikannya mana?…

Kalau cowok ganteng males difoto, cewek-cewek bilang: Pasti takut fotonya kesebar-sebar
Kalau cowok jelek males difoto, cewek-cewek bilang: Nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?…

Kalau cowok ganteng naek motor gede, cewek-cewek bilang: Wah, kayak lorenzo lamas…bikin lemas…
Kalau cowok jelek naek motor gede, cewek-cewek bilang: Awas!! mandragade lewat…

Kalau cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek, cewek-cewek bilang: Ini baru cowok gentlemen
Kalau cowok jelek nuangin air ke gelas cewek, cewek-cewek bilang: Naluri pembantu emang gitu…

Kalau cowok ganteng bersedih hati, cewek-cewek bilang: Let me be your shoulder to cry on
Kalau cowok jelek bersedih hati, cewek-cewek bilang: Cengeng amat!!!…ini laki-laki apa bukan sih?!!

 

 

Kutipan

“Seorang saja..

Seorang saja yang menjauhi kita, sudah serasa menikam jantung kita dengan barang yang tajam. Hati itu berasa panas, sedih, entahlah. Meksipun ada seratus kawan-kawan lain yang datang menghiburkan, tapi perangai yang seorang, yang menjauhi kita itu, yang serupa jijik bergaul dengan kita, tinggal menyakitkan hati” (Muis, 1928:159).